Lebih dari 70 Tentara Ukraina Tewas dalam Serangan Rusia di Pangkalan Militer Dekat Kharkiv

Lebih dari 70 tentara Ukraina tewas di Okhtyrka, sebuah kota antara Kharkiv dan Kyiv, setelah serangan Rusia di sebuah pangkalan militer. Kepala wilayah itu, Dmytro Zhyvytskyy, memposting foto foto di Facebook tentang kehancuran dari sebuah bangunan empat lantai dan tim penyelamat yang mencari puing puing setelah serangan hari Senin (28/2/2022). Menurut beberapa laporan, penembakan rudal menghantam sebuah bangunan yang digunakan sebagai pangkalan oleh militer Ukraina serta tangki bahan bakar.

Video dari saat serangan menunjukkan kolom asap hitam tebal di atas kota. Dalam postingan Facebook, Zhyvytskyy mengatakan banyak tentara Rusia dan beberapa penduduk setempat tewas dalam pemboman itu juga. Berita itu muncul di tengah laporan pada Selasa (1/3/2022) pagi bahwa tentara Rusia telah memasuki kota selatan Kherson.

Sementara itu konvoi kendaraan lapis baja, tank dan peralatan militer Rusia lainnya sekitar 40 mil panjangnya (64 kilometer/Km) mendekati Kyiv pada hari Selasa, gambar satelit dari Maxar Technologies menunjukkannya. Konvoi lapis baja Rusia 17 mil (25 km) dari pusat ibukota Ukraina, sebuah kota yang biasanya menjadi tempat tinggal bagi tiga juta warga, menurut perusahaan satelit AS Maxar. Foto fotonya juga menunjukkan pengerahan pasukan darat dan unit helikopter serang darat di Belarus selatan, di tengah kekhawatiran presidennya, Alexander Lukashenko, dapat mengirim pasukan untuk membantu pasukan Rusia Vladimir Putin dalam 24 jam ke depan.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, menuduh Rusia melakukan kejahatan perang dengan menyerang "kota damai" tanpa fasilitas militer. Dilaporkan pula di hari yang sama, setidaknya sembilan warga sipil tewas dan 37 terluka dalam serangan roket Rusia di kota timur, Kharkiv. Serangan rudal Rusia mengarah ke daerah sipil.

Walikota Kharkiv, Ihor Terekhov, mengatakan jumlah korban itu tewas termasuk tiga anak anak. "Hari ini kami mengalami hari yang sangat sulit. Ini menunjukkan kepada kita bahwa ini bukan hanya perang, ini adalah pembantaian rakyat Ukraina," kata Terekhov.(Guardian).

Leave a Reply

Your email address will not be published.